TAWAF UMROH : 032312. SEPAKAT TAWAF BASAHAN :
Selesai sembahyang jum’at, terlihat awan mendung diatas langit, makin tebal diiringi angin dingin dan gerimis, ahirnya turun hujan lebat. Tempat tawaf terlihat lenggang, saya berbisik kpd teman sebelah, di Mekah ini hujan blm tentu turun 1 tahun 1x, kapan lagi kita mau tawaf hujan2-an.
Bapak2 sepakat tawaf basahan, tapi ibu masih ragu, tak lama hujan pun reda, membuat ibu2 setuju tapi mau diantar ambil air wudlu dulu. Ahirnya rombongan turun ketoilet utk berwudlu, dan turun hujan lebih lebat dari yg tadi. teman yg menunggu didepan pintu toilet wanita berlarian keemper toko, saya tegak berdiri ditengah hujan lebat.
Asykar dan pembantunya berteriak membentak bapak2 yg memaksa masuk ketoilet wanita, saling dorong ingin berteduh.
Air hujan memenuhi lantai halaman mesjid dan segera berubah menjadi “banjir cileuncang” menuju kearah mesjid.
Angin kencang dan butiran hujan mendera muka, pakaian ihram basah kuyup, namun saya tdk berani meninggalkan tempat, khawatir ibu2 keluar toilet tak menemukan kelompoknya.
Bapak2 sepakat tawaf basahan, tapi ibu masih ragu, tak lama hujan pun reda, membuat ibu2 setuju tapi mau diantar ambil air wudlu dulu. Ahirnya rombongan turun ketoilet utk berwudlu, dan turun hujan lebih lebat dari yg tadi. teman yg menunggu didepan pintu toilet wanita berlarian keemper toko, saya tegak berdiri ditengah hujan lebat.
Asykar dan pembantunya berteriak membentak bapak2 yg memaksa masuk ketoilet wanita, saling dorong ingin berteduh.
Air hujan memenuhi lantai halaman mesjid dan segera berubah menjadi “banjir cileuncang” menuju kearah mesjid.
Angin kencang dan butiran hujan mendera muka, pakaian ihram basah kuyup, namun saya tdk berani meninggalkan tempat, khawatir ibu2 keluar toilet tak menemukan kelompoknya.
Komentar
Posting Komentar