Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2014

02313. Jabbal Uhud.

Arba’in sdh sampai penghujung waktu, kami berangkat ziarah sekitar Madinah, ke mesjid Qiblatain, mesjid Quba dan Jabal Uhud, saya tercenung menatap makam suhada Uhud dari atas bukit, tempat kaum muslimin mundur dan bertahan dari kejaran kaum kafir Mekah dlm kekalahan perang Uhud. Saya bertanya kpd ketua rombongan, dimanakah Nabi menempatkan pasukan panah kala itu, ketua rombongan menunjuk agak ragu. Melihat medan pertempuran, bukit yg memanjang dan berkelok didepan, pasukan panah ada tepat dicelah bukit itu. Sehingga ketika pasukan kafir Qurais dibagi dua dan ada yg memutar kebelakang bukit yg memanjang itu, pasti akan terlihat oleh pasukan panah, hanya dari celah bukit itu saja. Jadi ketika pasukan panah turun dari celah bukit dan ikut berebut harta rampasan, tdk ada yg tahu bahwa ada pasukan yg lagi memutar dibalik bukit dan menyerang dari arah yg berlawanan dg datangnya pasukan kafir Qurais yg pertama. Ya Nabiyulah telah berselang 5 abad lebih berlalu dari masa itu, masa k...

023125. Hati yg Hitam Putih.

Kita sebagai umatnya hendaknya mendatangi Raudhah krn kecintaan kpd Rasulullah dan ridha kapada Allah, jadi ketika kita sujud diantara celah kaki atau pinggul jemaah lain, tdk ada kulit yg hitam putih, tdk ada telapak kaki mulus dan rorombeheun, tdk ada wewangian dan keringat, melainkan krn keridhaan kpd Allah. Jika ada hati yg masih hitam putih, rorombeheun dan keringat, kita belum akan mencapai surga, karena surga hanya dpt dicapai dg keridhaan Allah kpd hati yg ridha pula, Insya Allah. Hari2 berikutnya saya sering shalat berpencar kebeberapa tempat, kadang diatas dilantai 2, kadang dibelakang yg jamaahnya agak lenggang dan sepi. Namun perasaan sholat dan bersujud diraudhah senantiasa terbawa dan terasa, mudah2-an terbawa pula sampai ketanah air. Insya Allah.

023124. Taman Syurga.

Raudhah adalah ruang antara rumah kediaman Nabi dg mimbar nabi, ditandai dg pilar2 yg diberi porselent dg motif yg dibedakan dan sesuai aslinya, seluruhnya ada 12 pilar, 3 pilar kearah kiblat dan 4 pilar kearah samping, berbentuk persegi panjang. Jagan dikata ditandai dg karpet kembang2 dasar putih, karena kita tdk akan melihat perbedaan karpet yg penuh tertutup jemaah. “Antara rumahku dan mimbarku adalah taman surga” (al hadist ), kenapa dan ada apa dg raudhah, saya mencoba bermenung dan kembali ke-masa2 perjuangan Rasulullah diawal perkembangan agama Islam di Madinah. Mesjid itu ya ini, kalau rumah nabi disana dan mimbar nabi disini, berarti lebar mesjid kala itu adalah dua kali lebar antara rumah dan mimbar Nabi ini. Jemaahnya ya disini ini, setiap waktu sembahyang fardhu dan jum’at berjamaah, Nabi berjalan dari rumah menuju mihrab dan mimbar. Terbayang setiap akan sembahyang fardhu dan jum’at berjamaah, nabi Muhammad berjalan melewati Raudhah, kepala beliau menengok keka...

023123. Jamaah Sepuh.

Kali lainnya ketika iqamat sembahyang isya berkumandang, semua jemaah mengambil shaf, dan saya mendapati berdiri didlm shaf tepat dibelakang pilar tengah raudhah, tdk ada tempat utk maju, tdk kesamping dan tdk keshaf belakang. Ada sapaan tak terjawab dlm dada, “apakah saya akan ridha jika Allah mencabut pahala arba’in saya krn saya tdk dpt shalat Isya berjamaah kali ini“, Allahuakbar. "Apakah saya pernah punya amal sadakah yg dpt Allah dg itu mengangkat saya dari kesulitan ini“. Ya Allah saya sholat dg berat bahkan riya, saya zakat tak mufakat, “itu kewajiban bukan amal sadakah“. Ya Allah saya orang yg sombong, kikir dan pendengki tdk ada amal sadakah yg patut kami sodorkan kehadapanmu, hanya pertolongan dan keridhaanmu yg dpt melepaskan saya dari kesulitan ini (dalam doa). Jemaah sepuh disebelah kanan pilar saya maju keshaf depan di-saat2 terahir imam membaca takbiratul ihram, Allahhuakbar.

023122. PINTU JIBRIL :

Duduk dan berdzikir menanti waktu isya terasa lama, sementara keinginan hajat kecil tak tertahan, ahirnya lahan yg diupayakan sepanjang sore ditinggalkan, namun baru sampai dipintu keluar suara iqamat isya berkumandang. Malam itu saya tersingkir dari sekitar raudhah kepintu masuk mesjid Nabawi dan harus puas bersembahyang isya dibawah ambang pintu keluar, Allahhuakbar. Hari berikutnya alhamdulillah saya sdh bisa sembahyang magrib diraudhah, "bapak baru sekali ya masuk raudhah", tanya jemaah sebelah yg ternyata orang Bugis. Dia mafhum kalau saya orang baru masuk ke raudhah, dicirikan dari isak tangisnya. "Saya sdh yg ke4 kali pak, besok sore saya berangkat ke Mekah, kalau mau keraudhah lagi bangun jam 3.00, insyaallah dpt masuk".  Teman sekamar mulai ber-bisik2 dan ahirnya sepakat bangun jam 3.00 utk berangkat sembahyang subuh diraudhah, tak lupa memberi sedekah kpd penjaga pintu maktab dg doa minta tiket keraudhah. Dari pintu luar menjid, kelihatan pintu m...

023121. Tas Pinggang.

Shalat asyhar mengawali rangkaian arba’in, ketika sembahyang tahiyatul mesjid agak jauh dibelakang sekat raudhah, terlihat jemaah berdesakan memenuhi raudhah. Selesai sembahyang mencoba berputar mencari pintu masuk keraudhah dan ternyata sdh tertutup, tdk boleh masuk, ahirnya ikut antrian utk masuk ziarah kemakam Rasulullah, (mungkin urutan yg seharusnya begitu). Hari ke2 ketika duduk lagi jauh dibelakang raudhah, terlihat burung2 kecil beterbangan keluar masuk dan mengitari raudhah dg ringannya, Ya Allah ternyata hambamu tdk lebih mulya dari seekor burung, air mata dan isak tangis tak tertahankan. Kali berikutnya dpt masuk kedlm sekat dibelakang raudhah, sembahyang sunat sambil melihat mimbar dan mihrab Nabi dari kejauhan, pilar2 penanda kawasan raudhah beberapa meter didepan, ketika takbiratul ihram dan tangan bersidakep, teraba tas pinggang penuh dg peralatan dan uang bekal. Ada sapaan tak berjawab dlm hati, “apakah uang dlm dekapan uang halal, apakah sdh dizakati, dan sudah...