03211. Perjamuan Illahiah.

Bismillahi-rahmanni-rakhim.

Labbaika Allahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal-hamda wani’mata laka wal-mulka la syarika lak.

Banyak cerita sekitar perjalanan haji, namun rasanya lebih banyak mengenai ketidak nyamanan pelayanan, kesulitan, kepayahan dan bahkan penderitaan selama menjalankan ibadah haji, ujung2-nya dikaitkan dg dosa dan teguran Allah, Wallahu alam bi sawab.

Saya ingin melengkapi mayoritas jemaah haji, yg saya yakini lebih banyak merasa mendapat penerimaan yg sangat baik dari Allah, selaku Tuan rumah, selama menjalankan ibadah haji.

Kita yakin bhw dzat yg maha pengasih dan maha penyayang ketika kita berada dirumah kita, di-tengah2 famili kita, tentu akan lebih maha pengasih dan maha penyayang mana kala menjadi tuan rumah menerima kedatangan kita, memenuhi undangan bertamu kerumahnya.

Sudah selayaknya kita berbaik sangka dan berbesar hati akan mendapat penerimaan yg lebih baik selama menjadi tamuNya, in sya Allah.

Perasaan ini dialami selama saya dan istri menjadi tamu Allah, kemanapun menginjakkan kaki ditanah haramain, serasa berada ditanah leluhur yg lebih dirindukan dari pada tempat kelahiran, tdk ada rasa asing dan kembara kemanapun kita melangkah.

Jika ada rasa beda yaitu alam dan budayanya, tapi itu bukan rasa asing, melainkan rasa penasaran yg senantiasa menuntun kita ingin lebih memahami dan menyelami mak’na dari semua keadaan dan perbedaan itu.

Secara batiniah saya merasa mendapat pelayanan yg istimewa, saya datang diterima melalui suasana hati yg sangat damai dan bersehabat, serasa masuk kedalam lingkungan kekerabatan yg luhur, hormat dan menghormati.

Tdk ada perasaan tua muda, bawahan dan atasan, tuna dan papa apatah cacah dan ningrat, sebaya dan kesetaraan, dlm segala aspek kesadaran. Kecuali yg bersifat gaib dan Illahiyah dari ketakwaan dan kemulyaan disisi Allah.

Berbeda sekali jika dibandingkan dg perjamuan manusiawi, ketika kita bertemu dlm kumpulan kekerabatan, apalagi jika bertamu kerumah pejabat atau pemimpin, kita akan menunggu lama utk dpt gilirang bertemu dan berhadapan. 

Apatah berharap bersoal jawab dlm porum tanya jawab, ada rangkaian acara yg harus dinanti, ada topik yg harus diseleksi.

Dalam dan selama berhaji, serasa tdk ada hijab dan batasan kelompok diskusi atau topik pembicaraan, atau pergiliran utk berkomunikasi langsung dg Allah.

Jika ada yg membatasi dan jarak antara tamu dan Tuan rumah adalah, tumpukan dosa yg menggunung, kesombongan dan rasa bersalah saya, tapi utk itu saya sama sekali tdk merasa mendapat penerimaan yg berbeda, itu adalah sikap kita sendiri.

Diberi tempo yg se-luas2-nya utk merenung dan tafakur, diberi tempat dimana kita suka tapi tetap berhadapan, disapa dg sapaan2 yg santun dan logis, dibiarkannya saya menemukan sendiri jawaban dan hakikat dari seluruh langkah kahidupan ini.

Pengakuan, kesantunan, kelapangan, selalu tersedia tempo dan langsung dihadapan, sebaya dan kesetaraan, dimana lagi akan kita temukan perjamuan seperti ini. ……….Allahuakbaar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

023124. Taman Syurga.

JEMARI ALLAH : 03232. JEDDAH :