TAWAF UMROH : 032311. BURUNG ELANG :r
Beberapa hari menjelang keberangkatan ketanah suci, ba’da sholat asyhar dirumah saya menangis tersedu, terbayang sedang tawaf sekeliling ka’bah, terasa begitu dekatnya diri kerumah dan “kepada Dzatnya”.
Serasa kembali kemasa kecil ketika kakek akan bayaran (menerima gaji tengah bulanan dari Onderneming). Tangan saya bergelayut erat memegangi tangan kakek sambil memutari, dgn perasaan bahagia akan menerima uang jajan recehan 5 ketip warna kuning, bergambar pangeran diponegoro menunggang kuda.
Tiba di Mekah dari Madinah Jum’at pagi sekitar jam 8.00, (krn masuk gelombang 1), jam 10.00 sdh beres dikamar masing2. Pengumuman dari ketua rombongan kita akan tawaf umrah ba’da isya, jadi sembahyang jum’at, asyhar dan magrib akan dilaksanakan dimaktab.
Saya berbisik kpd teman sekamar, kita jauh2 dari Bandung datang ke Mekah, mesjidil Haram sdh didepan mata, sembahyang Jum’at kok dimaktab, rasanya apaya.
Ahirnya kita berangkat dg beberapa jemaah utk sembahyang Jum’at di mesjidil Haram.
Keluar dari lift tdk melihat teman sekamar tadi, tapi ketemu rombongan lain, termasuk pak Ayi Rachman Safar dan isteri, saya ikut ber-sama2 rombongan ini. Saya menandai tiap kelokan, utk menghapal jalur kembali, sampai di mesjiddil Haram jamaah padat, naik dilantai 2 dan dpt melihat ka’bah dg takjub.
"Ya Allah, Engkau yg maha damai, dan dari Engkaulah kedamaian, maka berikanlah kpd kami kehidupan yg damai", Aamiin.
Jemaah tawaf penuh sesak, sementara burung elang diatas mesjid terbang berputar searah jemaah tawaf, namun dg penuh keanggunan dan kelapangan, Allahuakbar.
Serasa kembali kemasa kecil ketika kakek akan bayaran (menerima gaji tengah bulanan dari Onderneming). Tangan saya bergelayut erat memegangi tangan kakek sambil memutari, dgn perasaan bahagia akan menerima uang jajan recehan 5 ketip warna kuning, bergambar pangeran diponegoro menunggang kuda.
Tiba di Mekah dari Madinah Jum’at pagi sekitar jam 8.00, (krn masuk gelombang 1), jam 10.00 sdh beres dikamar masing2. Pengumuman dari ketua rombongan kita akan tawaf umrah ba’da isya, jadi sembahyang jum’at, asyhar dan magrib akan dilaksanakan dimaktab.
Saya berbisik kpd teman sekamar, kita jauh2 dari Bandung datang ke Mekah, mesjidil Haram sdh didepan mata, sembahyang Jum’at kok dimaktab, rasanya apaya.
Ahirnya kita berangkat dg beberapa jemaah utk sembahyang Jum’at di mesjidil Haram.
Keluar dari lift tdk melihat teman sekamar tadi, tapi ketemu rombongan lain, termasuk pak Ayi Rachman Safar dan isteri, saya ikut ber-sama2 rombongan ini. Saya menandai tiap kelokan, utk menghapal jalur kembali, sampai di mesjiddil Haram jamaah padat, naik dilantai 2 dan dpt melihat ka’bah dg takjub.
"Ya Allah, Engkau yg maha damai, dan dari Engkaulah kedamaian, maka berikanlah kpd kami kehidupan yg damai", Aamiin.
Jemaah tawaf penuh sesak, sementara burung elang diatas mesjid terbang berputar searah jemaah tawaf, namun dg penuh keanggunan dan kelapangan, Allahuakbar.
Komentar
Posting Komentar